Mungkinkah Indonesia bangkit pada tahun 2020?

Jumat, 19 Mei 2017

Indikator Kesehatan Perencanaan Sekolah

Oleh: Cepi Triatna
Dalam berbagai fenomena mengenai perencanaan sekolah, banyak kalangan mempertanyakan bagaimana kondisi kesehatan pernencanaan sekolah yang dikategorikan sehat. Pertanyaan ini merupakan bagian dari buku yang sedang saya kerjakan, yaitu Patologi manajemen sekolah. Mudah-mudahan akhir tahun 2017, buku ini sudah dapat dibaca oleh para sekalian pembaca.
Indikator kesehatan perencanaan sekolah meliputi kesehatan dalam dimensi masukan perencanaan, proses perencanaan, dan hasil perencanaan. Masing-masing dimensi memiliki sejumlah indikator yang menandakan kondisi-kondisi yang menujukkan kesehatan pada setiap dimensi.

 Tabel 1
Indikator perencanaan sekolah yang sehat

DIMENSI
INDIKATOR KESEHATAN
KETERANGAN
Masukan perencanaan
§  Tersedia data yang lengkap, up to date, dan valid untuk menyusun rencana program dan kerja sekolah.

§  Orang-orang yang membuat rencana memahami bagaimana cara membuat perencanaan sekolah, termasuk memahami berbagai aturan terkait dengan penyelenggaraan sekolah (8 SNP).

§  Waktu yang tersedia bagi tim untuk membuat perencanaan memadai (tidak diburu-buru).

§  Ada dukungan sumber daya yang dibutuhkan untuk bekerja membuat rencana, seperti: tempat untuk berdiskusi, ATK, laptop/komputer, dsb.

Proses perencanaan
§  Proses pembuatan rencana melibatkan pemangku kepentingan sekolah
§  Rencana yang dibuat dilandaskan pada data dan informasi yang lengkap, up to date, dan valid.
§  Tim perencana sekolah membuat rencana program dan kegiatan untuk mencapai visi (termasuk indikator visinya), misi, dan sasaran yang telah ditetapkan secara bersama
§  Proses penentuan atau pembuatan keputusan melalui proses dialog untuk mencari/menguji validitas keabsahan rencana.
§  Jika muncul perbedaan ide mengenai apa yang harus direncanakan, maka dilakukan pengujian visibilitas, tingkat kemungkinan keberhasilan, dan dampak dari masing-masing program dan kegiatan yang berbeda tersebut.
§  Penentuan keputusan betul-betul didasarkan pada kebutuhan sekolah bukan keinginan individu.
Misal para orang tua: dilibatkan untuk memberikan informasi mengenai apa yang mereka harapkan dari sekolah bagi anak-anak mereka, apa keterlibatan mereka dalam pengelolaan sekolah, dsb.
Hasil perencanaan
§  Rencana program dan kegiatan sekolah dibuat secara jelas (tidak abu-abu) dan terukur
§  Apa yang direncanakan memungkinkan untuk dicapai oleh sekolah
§  Rencana yang dibuat disertai dengan desain pemantauan dan evaluasi
§  Rencana program dan kegiatan disertai dengan rincian, seperti: rencana waktu, tempat, pihak yang terlibat, dan alokasi dana , dsb.
§  Rencana yang dibuat  jelas dilakukan oleh siapa dan bagaimana melakukannya.